Pdt. Em. Bejo Santoso adalah pendeta tertua yang melayani di salah satu gereja terkenal. Pada malam tahun baru, ia diberi kehormatan
untuk memanjatkan doa-doa dan harapan jemaat untuk tahun yang baru.
Karena terburu-buru, Pdt. Bejo lupa membawa daftar yang akan didoakan, sehingga ia berdoa demikian,
"...Ya, Tuhan. Kami tahu Engkau lebih tahu kebutuhan dan harapan anggota jemaat di gereja ini. Kami mohon Engkau melihat dan
mengabulkan daftar yang sudah kami buat..."
Suatu siang serombongan polisi memasuki rumah Pak Petrus dengan
marah-marah. "Pak Petrus, apakah Anda tahu bahwa perbuatan Anda
melecehkan kepala negara?" bentak seorang polisi.
"Apa salah saya?" Pak Petrus menjawab dengan ketakutan.
"Anda memasang potret presiden dan wakil presiden di kiri dan di kanan
salib Kristus. Pak Petrus tahu tidak, siapa yang berada di kiri dan di
kanan Yesus waktu Dia disalib? Mereka adalah penjahat!" seorang
polisi lain malah menjelaskan
Diperhentian ketiga Jesus jatuh untuk pertama kalinya , algojo bertanya :" Kenapa bro ?
Jesus menjawab :" Licin bro".
Diperhentian ke 7 Jesus jatuh untuk kedua kalinya , algojo bertanya lagi :"Kenapa lagi bro ?"
Jesus menjawab :"Cape coy ... mikul dosa yang baca humor ini ......
Pengkhotbah memberitahu umatnya, "Minggu depan saya merencanakan untuk berkhotbah tentang dosa kebohongan. Untuk membantu Anda memahaminya, saya ingin Anda semua membaca Markus pasal 17."
Pada hari Minggu berikutnya, ketika bersiap menyampaikan khotbahnya,ia berkata, "Saya ingin tahu berapa banyak di antara Anda telah
membaca Markus 17."
Semua orang mengacungkan jarinya. Pengkhotbah itu tersenyum dan berkata, "Markus hanya memiliki 16 pasal. Sekarang saya akan memulai
khotbah saya tentang dosa kebohongan."
"Pak, apakah di surga nanti ada lahan yang bisa dijual, ya? Pasti pendapatannya sangat besar, soalnya banyak jemaat kita yang ingin
tinggal di surga."
"Oh, begitu. Kenapa Bapak tidak survei tempat saja secepatnya?"
Waktu Yudas meninggal, dia dibawa ke surga. Sesampainya di pintu surga, Yudas dicegat Yohanes.
Yohanes: Hei kau pengkhianat! Mau apa kau di sini.
Yudas: Awas, saya mau lewat.
Yohanes: Kau tidak boleh masuk ke sini.
Yudas: Yohanes kau jangan macam-macam, Tuhan Yesus saja saya jual, apalagi kau, saya tukar dengan sagu mentah....
Seorang guru sekolah minggu menjelaskan kisah Nabi Elia dan nabi-nabi
palsu Baal dengan cermat. Dia menjelaskan bagaimana Elia membangun mezbah, menyusun kayu di atasnya, menyembelih lembu dan meletakkan
potongan-potongan daging lembu itu di atas mezbah. Lalu Elia menyuruh umat Allah mengisi empat kendi dengan air dan menuangkannya di atas
mezbah.
"Nah," ujar guru itu, "siapa yang bisa menebak mengapa Tuhan meminta Elia menuangkan air ke atas daging lembu di mezbah itu?"
Seorang gadis kecil yang duduk di belakang kelas mengangkat tangannya dengan antusiasme yang besar, "Untuk membuat kaldu sapi, Bu."
Pencopet Pingsan
Ada seorang nenek sedang memilih sayuran
di pasar pagi. Nenek itu meletakkan dompetnya pada kantong belanjaan
agar tidak lupa. Nenek sudah pikun jadi dia tidak berani menaruh
dompetnya pada tempat-tepat yang tidak terlihat mata.
Tiba-tiba ada seseorang yang menguntit
dan kemudian mengambil dompetnya. Karena kaget nenek pun berteriak,
“Yesuuuuuuuuuuuuuuuuuus!”
Pencopet kaget kemudian terjatuh karena
tidak memperhatikan lubang jalan yang berada di depannya. Nenek pun
mencegah warga agar tidak memukuli pencopet itu.
Pencopet : Maaf, Nek. Ini dompet nenek saya kembalikan. Tolong jangan panggilkan suami nenek. Saya takut.
Nenek : Suami saya sudah lama meninggal.
Pencopet : Tadi nenek memanggil nama seseorang.
Nenek : Oh, tadi saya memanggil nama Tuhanku.
Pencopet : (pingsan)
157 16 185
Leave a Reply
ShareThis Copy and Paste
- See more at: http://www.renunganhariankristen.net/pencopet-pingsan/#sthash.XjERUJP1.dpuf
